Thursday, September 29, 2016
JAMAAH OO JAMAAH HAJI
7:39 AM
No comments
JAMAAH OO JAMAAH HAJI
Banyak kita temukan hal yang lucu dan aneh pada saat pelaksanaan manasik haji..
Aneh, Jedah itu tidak pernah dinyatakan oleh al-Qur'an dan AS-Sunnah serta Ijma ulama sebagai tempat miqat haji dan Umrah tapi banyak jamaah haji rame-rame ambil miqat di Jedah.
Aneh, Mabit di MINA pada tanggal 8 ZULHIJAH disunnahkan namun banyak jamaah haji meninggalkan, malah mereka rame-rame Mabit di Arafah untuk berzikir dan berdoa di sana.
Aneh, Mabit pada malam tanggal 9 ZULHIJAH di Muzdalifah hingga masuk shalat subuh diwajibkan, ternyata banyak sekali jamaah haji yang cuma mampir sesaat dengan alasan Mabit sampai subuh di Muzdalifah itu program haji reguler.
Aneh, Thawaf Sunnah sangat dianjurkan untuk dilakukan berulang kali, ternyata banyak jamaah haji yang menelantarkan malah mereka melakukan Umrah berkali-kali padahal tidak pernah dipraktikkan oleh Kanjeng nabi Muhammad.
Lucu, meskipun mereka Umrah berkali-kali namun rambut mereka masih tetap utuh padahal Rasulullah dan para sahabat
ali saja semua rambutnya habis.
Aneh, melempar Jumrah pada tanggal 11, 12 dan 13 ZULHIJAH harus dilakukan setelah matahari tergelincir tapi banyak yang melempar sebelum matahari terbit, bahkan ada yang melempar Jumrah untuk tanggal 11 dan 12 dalam satu malam sekaligus, caranya pada tanggal 11 malam ke 12 mereka melempar Jumrah jam 23.30 untuk tanggal 11 kemudian melempar jam 0.100 dini hari untuk tanggal 12 lalu mereka keluar dari MINA karena mengambil NAFAR AWAL.
Lucu banget ada di antara mereka yang Selfi sambil cium HAJAR aswad,
Selfi sambil Thawaf,
Selfi sambi Sa'i,
Selfi sambil melempar Jumrah bahkan Selfi bersama-sama di dalam masjid hingga orang yang sedang shalat diganggu dan diinjak pecinya hanya untuk berselfi.
Lucu, tidak ada jamaah haji yang paling gemar berfoto ria kecuali jamaah haji Indonesia,
ada pesawat parkir di bandara difoto,
ada payung masjid nabawi sedang mengembang atau mengempis difoto,
jam dinding masjid difoto,
monyet Arab sedang lewat difoto hingga ada di antara mereka dengan ikhlas berselfi bersama onta.
Pergi ke Raudhah disunnahkan,
ziarah kubur nabi disunnahkan, ziarah Baqi disunnahkan,
shalat Sunnah mutlak di masjid Mekah berpahala seratus ribu kali dan di masjid Madinah berpahala seribu kali dibanding masjid yang lainnya, ternyata jamaah sibuk merokok, Selfi, bercanda dan berkeliling toko untuk belanja.
Mereka berhaji dengan bayar mahal, capek, sakit, letih dan meninggalkan kerjaan dan keluarga ternyata setelah sampai di Mekah dan Madinah hanya merokok, ngobrol dan tidur-tiduran di hotel atau penginapan.
Aneh, mereka sibuk mengadakan acara tahlilan dan yasianan, mereka bersemangat membaca shalawatan, Ratiban dan manaqib namun AL-Quran dicampakkan dan dzikir pagi dan sore yang dianjurkan Rasul ditinggalkan.
Hampir nyata pada zaman sekarang, orang berangkat haji, yang kaya hanya sekedar jalan-jalan, yang ahli agama jualan menyebarkan bid'ah dan yang miskin minta-minta.
Aneh tapi nyata. Semuanya berawal dari kebodohan mereka terhadap ajaran Islam.
✏ ust Zainal Abidin Syamsuddin hafizhahuloh
Banyak kita temukan hal yang lucu dan aneh pada saat pelaksanaan manasik haji..
Aneh, Jedah itu tidak pernah dinyatakan oleh al-Qur'an dan AS-Sunnah serta Ijma ulama sebagai tempat miqat haji dan Umrah tapi banyak jamaah haji rame-rame ambil miqat di Jedah.
Aneh, Mabit di MINA pada tanggal 8 ZULHIJAH disunnahkan namun banyak jamaah haji meninggalkan, malah mereka rame-rame Mabit di Arafah untuk berzikir dan berdoa di sana.
Aneh, Mabit pada malam tanggal 9 ZULHIJAH di Muzdalifah hingga masuk shalat subuh diwajibkan, ternyata banyak sekali jamaah haji yang cuma mampir sesaat dengan alasan Mabit sampai subuh di Muzdalifah itu program haji reguler.
Aneh, Thawaf Sunnah sangat dianjurkan untuk dilakukan berulang kali, ternyata banyak jamaah haji yang menelantarkan malah mereka melakukan Umrah berkali-kali padahal tidak pernah dipraktikkan oleh Kanjeng nabi Muhammad.
Lucu, meskipun mereka Umrah berkali-kali namun rambut mereka masih tetap utuh padahal Rasulullah dan para sahabat
ali saja semua rambutnya habis.
Aneh, melempar Jumrah pada tanggal 11, 12 dan 13 ZULHIJAH harus dilakukan setelah matahari tergelincir tapi banyak yang melempar sebelum matahari terbit, bahkan ada yang melempar Jumrah untuk tanggal 11 dan 12 dalam satu malam sekaligus, caranya pada tanggal 11 malam ke 12 mereka melempar Jumrah jam 23.30 untuk tanggal 11 kemudian melempar jam 0.100 dini hari untuk tanggal 12 lalu mereka keluar dari MINA karena mengambil NAFAR AWAL.
Lucu banget ada di antara mereka yang Selfi sambil cium HAJAR aswad,
Selfi sambil Thawaf,
Selfi sambi Sa'i,
Selfi sambil melempar Jumrah bahkan Selfi bersama-sama di dalam masjid hingga orang yang sedang shalat diganggu dan diinjak pecinya hanya untuk berselfi.
Lucu, tidak ada jamaah haji yang paling gemar berfoto ria kecuali jamaah haji Indonesia,
ada pesawat parkir di bandara difoto,
ada payung masjid nabawi sedang mengembang atau mengempis difoto,
jam dinding masjid difoto,
monyet Arab sedang lewat difoto hingga ada di antara mereka dengan ikhlas berselfi bersama onta.
Pergi ke Raudhah disunnahkan,
ziarah kubur nabi disunnahkan, ziarah Baqi disunnahkan,
shalat Sunnah mutlak di masjid Mekah berpahala seratus ribu kali dan di masjid Madinah berpahala seribu kali dibanding masjid yang lainnya, ternyata jamaah sibuk merokok, Selfi, bercanda dan berkeliling toko untuk belanja.
Mereka berhaji dengan bayar mahal, capek, sakit, letih dan meninggalkan kerjaan dan keluarga ternyata setelah sampai di Mekah dan Madinah hanya merokok, ngobrol dan tidur-tiduran di hotel atau penginapan.
Aneh, mereka sibuk mengadakan acara tahlilan dan yasianan, mereka bersemangat membaca shalawatan, Ratiban dan manaqib namun AL-Quran dicampakkan dan dzikir pagi dan sore yang dianjurkan Rasul ditinggalkan.
Hampir nyata pada zaman sekarang, orang berangkat haji, yang kaya hanya sekedar jalan-jalan, yang ahli agama jualan menyebarkan bid'ah dan yang miskin minta-minta.
Aneh tapi nyata. Semuanya berawal dari kebodohan mereka terhadap ajaran Islam.
✏ ust Zainal Abidin Syamsuddin hafizhahuloh
Friday, September 16, 2016
BEKAL - BEKAL MENUJU AKHERAT
12:44 PM
No comments
📚 BEKAL - BEKAL MENUJU AKHERAT
Abu Ubaidah As Sidawi
Bekal apakah yang perlu kita siapkan di dalam perjalanan menuju akhirat ini?! Jawabannya, ada beberapa bekal yang perlu sekali kita siapkan sejak sekarang untuk perjalanan menuju kampung akhirat, di antaranya:
Pertama: Iman dan Tauhid
Ini merupakan bekal yang paling utama karena ia adalah kunci semua kebahagiaan dan kebaikan di dunia dan di akhirat.
«مَنْ لَقِيَ اللهَ لَايُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ لَقِيَهُ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ».
“Barang siapa berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak menyekutukan-Nya maka dia akan masuk surga. Adapun siapa yang berjumpa dengan Allah dalam keadaan menyekutukan Allah maka akan masuk neraka.” (HR Muslim)
Oleh karenanya, agungkanlah tauhid di dalam hatimu dan lestarikanlah ia hingga ajal menjemputmu. Inilah sebuah isyarat isi kandungan al-Qur‘an yang dimulai dengan surat al-Fatihah dan ditutup dengan an-Nas yang berisi tauhid sebagai sinyal sebagaimana kita membuka hidup ini dengan tauhid maka tutuplah dengan tauhid. Ya Allah, matikanlah kami di atas tauhid.
Kedua: Ilmu
Selama berkelana dan mengembara di dalam perjalanan hidup ini, kita membutuhkan bekal ilmu yang membuahkan keyakinan. Coba kita bayangkan, jika kita pergi menuju suatu tujuan tanpa mengetahui alamat yang kita tuju, rute perjalanannya, dan sebagainya, apa yang terjadi? Mungkin kita akan tersesat, atau gampang ditipu orang, atau minimal terombang-ambing di dalam kebingungan.
Demikian pula di dalam perjalanan menuju akhirat, jika kita tidak memiliki lentera ilmu agama maka akan tersesat, mudah ditipu orang, dan terombang-ambing di dalam kebingungan.
Maka dari itu, bersemangatlah—hai saudaraku—memperbanyak bekal ilmu agama yang dibangun di atas al-Qur‘an dan as-Sunnah karena ia akan menjadi lentera yang menyinari perjalananmu hingga ke surga yang penuh dengan kenikmatan.
«مَنْ سَلَكَ طَرِيْقاً يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْماً سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقاً إِلَى الْجَنَّةِ».
“Barang siapa menempuh perjalanan dalam rangka menuntut ilmu agama, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim)
Ketiga: Amal Shalih
Amal shalih adalah bekal utama yang bisa diandalkan untuk suatu hari yang pada waktu itu tidak bermanfaat harta, jabatan, dan anak, kecuali orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang jernih.
Namun, perlu diketahui bahwa suatu amal kebajikan baru disebut “amal shalih” jika memenuhi dua syarat:
Pertama: Ikhlas mengharapkan pahala Allah.
Kedua: Ittiba’ yaitu meneladani Rasulullah n\ bukan ibadah dengan perasaan dan hawa nafsu sendiri.
Amalan kebajikan tanpa ikhlas maka sia-sia, seperti debu-debu yang beterbangan. Sementara itu, amal kebajikan tanpa ittiba’ juga sia-sia hanya memberatkan, seperti pengembara yang memenuhi tasnya dengan batu, memberatkan tanpa faedah yang berarti.
Maka bersemangatlah untuk beramal kebajikan. Jangan pernah meremehkan sebuah amal kebajikan—sekecil apa pun—karena kita tidak tahu amal manakah yang diterima di sisi Allah, siapa tahu amal yang kita anggap remeh justru itu yang menjadikan faktor kita meraih ampunan Allah dan surga-Nya; seperti hadir di majelis ilmu, salam dan jabat tangan, membantu orang, menyingkirkan gangguan dan lain sebagainya.
Keempat: Taqwa
Taqwa adalah sebaik-baik bekal yaitu dengan selalu melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah kapan pun dan di mana pun serta bagaimanapun kondisinya. Tinggalkanlah dosa, hai saudaraku, karena dosa adalah racun yang menjadikanmu selalu dirundung kegelisahan dan kesengsaraan. Allah berfirman:
Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa. (QS al-Baqarah [2]: 197)
Maka dari itu, hai saudaraku yang masih lalai dan bergelimang dosa, sesalilah dosa-dosa kita sebelum kita akan menyesal selamanya. Bertaubatlah sekarang juga sebelum ajal datang!
Kelima: Sabar
Bekal ini sangat penting dalam perjalanan menuju kampung akhirat karena perjalanan ini panjang, melelahkan, dan banyak rintangan yang menghadang (sebagaimana lazimnya perjalanan/safar di dunia); macet, sumpek, lelah, kecopetan, kerusakan kendaraan, dan sebagainya. Rasulullahpernah bersabda:
«السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ الْعَذَابِ».
“Safar adalah bagian dari siksaan.”
Maka marilah kita hadapi semua ujian dengan penuh kesabaran dan ketabahan. Perumpamaan seorang mukmin ibarat pohon, senantiasa angin menerpanya. Demikian pula cobaan senantiasa senantiasa menerpa seorang mukmin.
📂 Lentera Da'wah
_ 🍃🍀🍃 _
Repost by :
🌀TEGAR DIATAS SUNNAH
Grup Sharing Kajian Islam
Silahkan berbagi
Follow Channel Telegram
@kajianislamtegardiatassunnah
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam
Jangan hinakan dirimu di depan orang kaya
9:34 AM
No comments
Jangan hinakan dirimu di depan orang kaya
---------------------
Ulama Salaf dan fakir miskin
1. Aun bin Abdillah rahimahullah
berkata:
" Aku berteman dengan orang-orang kaya, akan tetapi tidak ada orang yang lebih bersedih melebihi aku, meskipun aku melihat lelaki yang memakai pakaian yang lebih indah dan lebih wangi dariku...tapi itu semua membuat aku bersedih, kemudian aku berteman dengan orang-orang Fakir miskin, maka tentramlah hatiku". (al-Hilyah: 2/95)
2. Dahulu Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah sangat mengagungkan orang-orang miskin dan tidak bermuka manis terhadap orang-orang kaya, di majelisnya orang miskin laksana orang kaya..dan orang-orang kaya di majelisnya tak ubahnya seperti orang miskin ( al-Jami' al-Muntakhab: 82)
3. Dari Qobishah rahimahullah: tidak pernah aku melihat orang-orang kaya begitu terhina kecuali di majelisnya Sufyan Ats-Tsauri dan tidak pernah aku melihat orang orang miskin begitu terhormat dan dimuliakan kecuali di majelisnya Sufyan Ats-Tsauri. (Al-Hilyah-Tahdzibah: 2/363)
4. Dari Nadhir bin Syamil rahimahullah: " tidak pernah aku melihat orang yang lebih penyayang terhadap orang miskin melebihi Imam Syu'bah rahimahullah, jika beliau melihat orang miskin, maka beliau selalu memandanginya... hingga si miskin hilang dari penglihatannya. (Al-Hilyah-Tahdzibah: 2/316)
5. Dahulu Imam Ali bin Husain rahimahullah jika datang pengemis kepadanya, maka beliau mengecup keningnya sebelum memberikan sedekah kepadanya (Az-Zuhdi li Imam Ahmad: 306)
Referensi:
حياة السلف لأحمد بن ناصر الطيار ص : 563-571
(Hayat as-Salaf, Ahmad bin Nashir at-Thayyar : 563-571)
Akhukum Fillah:
Fadlan Fahamsyah
Monday, June 6, 2016
Awal Puasa Ramadhan 2016 / 1437 H, Idul Fitri dan Info Cuti Bersama Selengkapnya
3:57 PM
No comments
Awal Puasa Ramadhan 2016 / 1437 H, Idul Fitri dan Info Cuti Bersama Selengkapnya. Tak terasa bulan Ramadhan yang di nanti akan segera datang. Beberapa informasi terkait kapan dimulainya bulan puasa 2016/1437 H pun telah dihimpun oleh Berjibaku.com.
Meskipun bulan Ramadhan masih menyisakan beberapa hari mendatang, namun baik Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama atau NU telah sepakat awal puasa 2016 jatuh pada tanggal 6 Juni 2016 mendatang. Sebagai pertanda awal Ramadhan sebelumnya harus dilakukan pengamatan dan observasi terlebih dahulu terkait posisi hilal. Hilal adalah penampakan bulan sabit muda yang terlihat pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi), yaitu di waktu sesudah maghrib. Ada alasan yang mendasari mengapa hilal hanya dapat terlihat saat petang atau magrib, yaitu disebabkan bentuk dari bulan sabit muda yang masih sangat tipis dengan cahaya yang masih sangat redup. Dikarenakan cahaya bulan sabit muda yang redup ini, maka terdapat kemungkinan tertutup oleh cahaya matahari yang jauh lebih terang sehingga mengakibatkan hilal menjadi tidak terlihat.
Sebagaimana yang pernah diberitakan sebelumnya, Lapan menyebutkan jika kemungkinan jatuhnya awal puasa Ramadhan serta Idul Fitri yang dimulai dari tahun 2015 hingga tahun 2022 di Indonesia akan serempak. Hal berbeda terjadi untuk Idul Adha, karena keseragaman baru akan terjadi mulai tahun 2016 hingga tahun 2022. Prediksi ini dikemukakan oleh Lapan dikarenakan faktor posisi bulan yang berada cukup tinggi.
Lalu bagaimana dengan Ramadhan tahun ini?. Berdasarkan hasil penelusuran dibeberapa website, awal puasa 2016 disepakati jatuh pada tanggal 6 Juni 2016 baik oleh NU maupun Muhammadiyah. Sedangkan Hari Raya Idul Fitri nampaknya juga akan diperingati secara berbarengan baik oleh Muhammadiyah dan NU yaitu jatuh pada tanggal 6 dan 7 Juli 2016.
Pengamatan hilal ini menggunakan dua metode, yaitu metode hisab dan rukyat.
Kapan Awal Puasa 2016 (1437 H), Idul Fitri dan Cuti Bersama?. Ini Dia Jadwalnya!.
Marhaban Ya Ramadhan
Metode hisab adalah metode untuk menentukan posisi bulan menggunakan perhitungan serta kalkulasi astronomis yang dilakukan secara matematis untuk mengetahui waktu dimulainya awal bulan yang terdapat pada kalender Hijriyah.
Metode rukyat merupakan kegiatan pengamatan hilal yang dilakukan secara langsung. Aktivitas ini mencakup pengamatan terhadap posisi bulan sabit muda yang terlihat untuk pertama kalinya setelah konjungsi. Pengamatan dengan metode ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu dengan cara melihat langsung tanpa menggunakan alat bantu atau dapat juga dengan menggunakan alat optik seperti teleskop.
Nah, bagi Anda yang ingin mempersiapkan datangnya bulan Ramadhan atau hendak berencana mengisi liburan panjang serta cuti bersama di tahun ini, maka berikut adalah daftar rincian hari libur Nasional serta cuti bersama tahun 2016 selengkapnya.
Libur Nasional 2016:
- 1 Januari - Tahun Baru 2016
- 8 Februari - Tahun Baru Imlek
- 9 Maret - Hari Raya Nyepi
- 25 Maret - Wafat Isa Al-Masih
- 1 Mei - Hari Buruh Internasional
- 5 Mei - Kenaikan Yesus Kristus
- 6 Mei - Isra Mi'raj
- 22 Mei - Hari Raya Waisak
- 6 & 7 - Hari Raya Idul Fitri
- 17 Agustus - Hari Kemerdekaan
- 12 September - Hari Raya Idul Adha
- 2 Oktober - Tahun Baru Islam
- 12 Desember - Maulid Nabi
- 25 Desember - Hari Natal
Cuti Bersama 2016:
- 4,5 dan 8 Juli - Hari Raya Idul Fitri
- 26 Desember - Hari Raya Natal








